اَلسَّـلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْكَةُ اللهِ تَعَالَىوَبَرَكَاتُـهْ اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَسْرَى بِعَبْدِه لَيْلاًمِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَىالْمَسْجِدِ الأَقْصَى . وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَىمَنْ عُرِجَ بِهِ اِلَىالسَّحَاءِ الأَعْلَى . سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ الْمُبَشَّرِيْنَ بِالْجَنَّةِ الْمَأْوَى . اَمَّابَعْدُ . سُبْحنَكَ لاَعِلْمَ لَنَا اِلاَّمَاعَلَّمْتَنَا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ . فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِىكِتَابِهِ المُبِيْنْ : اَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ سُبْحَانَ الَّذِى اَسْرَى بِعَبْدِه لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِالْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِالأَقْصَى . اَلَّذِى برَكْنَا حَوْلَه لِنُرِيَه مِنْ ايتِنَا اِنَّه هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ .
Tiada kata yang paling indah dan megah dari untayan syair para pujangga, tiada senandung lagu yang lebih merdu melebihi tembang gadis yang sedang diganggu penyakit rindu, tiada suara yang selembut sutra, berkilau seindah permata, menyulam jiwa sang jejaka yang dilanda penyakit asmara, penghibur dikala layu, penggemar dikala lara, kecuali marilah sama-sama kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Alloh yang maha ghofur, yang ni’matnya tak terukur oleh para insinyur apalagi sama tukang bajigur, makanya kita harus bersyukur agar tak termasuk orang yang kufur yang kelak akan dipentur didalam kubur sampai badannya hancur lebur laksana nasi menjadi bubur.
Sholawat dan salam marilah kita curah limpahkan kepada pendekar Islam yang utama, pendobrak kebatilan, pemusnah kebiyadaban, yang menghancurkan kekufuran diganti dengan pertahanan dan keimanan, yang memisahkan mana yang haq dan mana yang batil, mana yang haram dan mana yang halal, mana arak dan mana the kotak, mana alkohol dan mana the botol, mana meja pengajian dan mana meja perjudian, yakni habib tertinggi anti korupsi, baginda termulya anti durhaka, propesor yang termasyhur anti lacur dialah nabi Muhammad Saw.
Saudara-saudara hadirin-hadirot rohimakumullah………
Al-hamdulillah, dengan inayah Alloh Swt kita dapat berkumpul bersama-sama dalam memperingati Isro Mi’rajnya nabi kita Muhammad Saw, sebagaimana telah kita kita ketahui bersama, bahwa isro ialah perjalanan menakjubkan dimalam hari, dari masjid Al-Haram di Makkah hingga masjid Al-Aqso di Jerusalem Palestina, sedangkan Mi’raj ialah perjalanan sesudah isro, yakni naik ketujuh petala langit hingga tiba di Mustawa, suatu tempat yang tidak bisa dijangkau oleh ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dan tidak diketahui hakekatnya oleh siapa pun kecuali nabi kita Muhammad Saw, setelah itu Nabi kita kembali lagi ke Masjid Al-Haram di Makkah.
Dua perjalanan nabi kita Muhammad Saw yang sangat jauh itu dapat ditempuh hanya dalam satu malam saja, padahal jarak antara Makkah dan Jarusalem itu kira-kira 2000 km, artinya kira-kira empat kali Jakarta-Surabaya, belum lagi dari masjid Al-Aqso ke Mustawa, suatu planet yang paling jauh dari bumi, yaitu penghabisannya segala planet yang boleh diketahui oleh nabi kita, maka jaraknya bisa ratusan juta bahkan mungkin milyaran kilo meter, hanya Allah yang mengetahui jarak sebenarnya, oleh karena itu disana ada sebuah pohon besar yang disebut oleh al-Qur’an sebagai As-Sidrotul Muntaha, yang berarti penghabisan.
Hadirin seiman dan sekeyakinan yang saya hormati…….
Orang-orang yang benar-benar beriman sejak awal Islam sampai dengan sekarang, tidak ada seorang pun dari mereka yang tidak mempercayai safari ulang alik dari bumi kelangit yang dilakukan oleh baginda Nabi Muhammad Saw, akan tetapi bagaimanakah caranya ? apakah beliau mengendarai pesawat yang kecepatannya sekian kali melebihi kecepatan suara, sebagaimana yang diciptakan manusia pada zaman mutakhir ini ?
Nabi kita Muhammad bersafari Isro dan Mi’raj mengendarai Buroq, yakni suatu jenis kendaraan atau pesawat ulang alik yang berupa binatang, yang setiap langkah larinya melebihi kecepatan cahaya. Kata Buroq berasal dari asal kata “barq” yang berarti kilat, jadi kendaraan yang secara khusus diciptakan oleh Alloh untuk mengisrokan dan memi’rajkan Nabi kita itu, yang memiliki kemampuan melesat yang sangat cepat bagaikan kilat.
Saudara-saudara hadirin-hadirot rohimakumullah………
Tujuan Allah Swt mengisrokan dan memi’rajkan baginda Nabi Muhammad Saw ialah untuk memperlihatkan kepada hamba-Nya akan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah Swt, hal itu diterangkan oleh Allah dalam surat Al-Isra ayat 1 :
سُبْحَانَ الَّذِى اَسْرَى بِعَبْدِه لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِالْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِالأَقْصَى . اَلَّذِى برَكْنَا حَوْلَه لِنُرِيَه مِنْ ايتِنَا اِنَّه هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ......(الاسرى : 1 )
Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hambanya dimalam hari dari mesjid Al-Haram ke mesjid Al-Aqso, yang telah kami berkahi sekelilingnya, untuk kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami, sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat”.
Sedangkan tujuan Mi’raj diterangkan dalam surat An-Najm ayat 18, setelah pada ayat-ayat sebelumnya diterangkan bahwa ketika mi’raj Nabi melihat Jibril dalam rupa aslinya di Sidrotul Muntaha yang sedang diliputi sesuatu yang meliputinya dan didekatnya terdapat surga Al-Ma’wa, ayat 18 tersebut berbunyi :لَقَدْ رَاَى مِنْ ايتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى.....(النجم 18)
Artinya : “Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda yang paling besar dari kekuasaan Tuhan-Nya”.
Ma’asyirol nuslimin rohimakumulloh……….
Banyak ilmuwan muslim yang mencari tahu mengapa perjalanan isro itu ke mesjid Al-Aqso yang dikenal sebagai Baitul Maqdis ? mengapa pula Mi’raj tidak dimulai dari mesjid Al-Haram, yaitu Ka’bah, secara langsung ke Sidrotul Muntaha ?
Ternyata saudara-saudara, pertanyaan itu membawa kita kepada sejarah masa silam, selama masa yang amat panjang, kenabian hampir selalu berada dilingkungan Bani israil dan Baitul Maqdis hampir selalu menjadi tempatnya turun wahyu Illahi, menjadi sumber cahaya yang menerangi ummat manusia dimuka bumi dan menjadi kawasan tanah air bagi rakyat pilihan Allah.
Kini seorang keturunan Ismail AS mengambil alih pimpinan kerohanian didunia dari keturunan Israil, itulah dia Nabi akhir zaman Muhammad Saw, Beliau datang untuk mewarisi ajaran nabi Ibrohim, Ismail, Ishaq dan Ya’kub AS, Beliau berjuang untuk menyebar luaskan agamanya dan menghimpun segenap ummat manusia disekitar ajaran-ajarannya, dengan demikian Nabi kita menjadi seorang Nabi yang menghubungkan masa kini dan masa silam dan memadukan kesemuanya itu menjadi hakekat kebenaran yang satu. Beliau memandang mesjid Al-Aqso sebagai tempat suci ketiga didalam Islam, oleh karena itu kesanalah beliau menuju dalam perjalanan Isronya, agar menjadi bukti betapa besar penghormatan beliau kepada ajaran Islam yang pada zaman lampau pernah turun disekitar tempat itu. Dalam sebuah Hadits riwayat Muslim, Nabi bersabda :
اَلأَنْبِيَاءُ اِخْوَةٌ وَدِيْنُهُمْ وَاحِدٌ....(رواه مسلم)
Artinya : “Para nabi itu adalah merupakan saudara dan agama mereka itu satu (maksudnya prinsip ajaran mereka sama yaitu tauhid)”
Ikhwanul muslimin wal muslimat rohimakumulloh…………
Dalam Hadits shoheh diriwayatkan, bahwa ketika isro itu Allah Swt mengumpulkan para Rosul terdahulu di Baitul maqdis untuk menyambut kedatangan seorang nabi dan rosul terakhir, Nabi kita itu mengimami para Rosul terdahulu itu dalam sholat jama’ah dua roka’at dimesjid Al-Aqso, kisah menjadi imamnya Beliau dari pada Rosul itu menunjukan suatu pengakuan yang sangat jelas, bahwa Islam adalah agama Allah yang terakhir yang diamanatkan kepada manusia, agama yang mencapai kesempurnaannya ditangan Muhammad Rosul Allah, setelah para Nabi dan Rosul terdahulu merasa terlampau berat memikulnya.
Kesempatan pertemuan dengan para Rosul pendahulunya itu terulang pula didalam Mi’raj, setiap nabi tiba disebuah lapisan langit, Allah memperkenankan salah seorang dari para Rosul-Nya menyambut kedatangan Nabi Muhammad Saw dengan ucapan “Marhaban bil akhissholih” yang artinya selamat datang saudaraku yang sholeh, maka kejadian seperti itu sangat membesarkan hati Nabi dalam meneruskan perjuangannya yang dirasakannya cukup berat, terutama dalam menghadapi dan mengantisipasi rongrongan-rongrongan yang ganas dan sangar dari orang-orang Quraisy, dengan kejadian itu pula Nabi Muhammad Saw mengetahui betapa besar keridhoan Alloh yang terlimpah kepadanya, selain itu beliau juga mengetahui dengan jelas kedudukannya yang terkemuka diantara para Nabi dan rosul pilihan Allah.
Memang saudara-saudara, dalam perjuangan menjalankan tugas da’wah, Rosululloh Saw harus menghadapi hantaman badai keganasan orang-orang musyrik Makkah, berbagai cara telah mereka lakukan untuk merintangi da’wah Nabi. Dari cara yang penuh kedamaian sampai dengan cara yang kasar bahkan sangat kejam sekalipun, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang beriman kepada nabi, yang dapat merasakan ketentraman hidup ditengah keluarganya, apalagi menikmati kekayaan. Tidak sedikit pula orang-orang mu’min yang mendapatkan siksaan-siksaan kejam dan bahkan sampai kehilangan nyawa !, akhir dari kesulitan dan penderitaan selama Beliau menjalankan tugas da’wah, ialah ketika beliau diusir secara kasar oleh orang-orang Bani Tsaqif di Thaif, maka setelah mengalami penganiayaan di Thaif ini, Rosulullah Saw berkata dalam do’a munajatnya : “Asalkan Engkau ya Allah tidak murka kepadaku, semuanya itu tidak akan aku hiraukan”. Dan ketika malaikat menawarkan pembalasan terhadap mereka , Nabi berkata : “Ya Allah berilah mereka petunjuk, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui”.
Saudara-saudara hadirin wal hadirot rohimakumulloh………..
Untuk menentramkan hati Nabi dan sebagai nikmat besar yang dilimpahkan kepada Beliau, maka Allah Swt mempersiapkan segala kemudahan untuk perjalanan yang aman, mengasyikan mengarungi tujuh petala langit, dengan demikian hati Nabi merasakan betapa sejuknya kehidupan yang tenang dan tentram, disamping itu, juga dimaksudkan agar Beliau merasakan langsung adanya pengawasan dan perlindungan Allah dalam menjalankan tugas da’wahnya, maka Isro Mi’raj yang hampir tepat terjadi pada pertengahan kenabiannya yang dua puluh tiga tahun itu, dapatlah dipandang sebagai pengobatan untuk menyembuhkan penderitaan masa lalu dan sebagai penyebaran benih keberhasilan dimasa mendatang.
Saudara-saudara, menyaksikan aneka ragam keanehan dan keajaiban bumi dan langit, menyaksikan betapa luas dan banyaknya tak terhingga alam semesta ciptaan yang maha kuasa dan melihat dengan mata sendiri sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya yang lain, amat besar pengaruhnya dalam menentukan sikap memandang enteng dan kecil kekuatan para perongrong dan penentang da’wahnya, sekaligus pula untuk menambah keyakinan akan keberhasilan misi da’wahnya. Dari Isro dan Mi’raj pula Rosulullah Saw memperoleh pengertian yang meyakinkan, bahwa risalahnya akan merata diseluruh permukaan bumi.
Lebih berbesar hati lagi, karena pada saat Mi’raj itulah Rosululloh Saw menerima perintah sholat fardu lima kali dalam sehari semalam, ketentuan itu di tetapkan dilangit, agar sholat menjadi mi’raj yang mengangkat martabat manusia lebih tinggi, sanggup menundukkan hawa nafsu dan bujuk rayu perhiasan dunia.
Agresor-agresor ummanaurrosul rohimakumulloh………..
Sebagai kesimpulan, bahwa diantara hikmah-hikmah Isra dan Mi’raj Rosul Allah Muhammad Saw adalah :
Pengetahuan dan pengalaman Nabi Muhammad Saw tentang alam raya dan tentang kebesaran serta kekuasaan Penciptanya bertambah banyak dan luas. Hal itu sangat diperlukan oleh seorang pembawa risalah terbesar dan untuk segala bangsa didunia seperti Beliau itu.
Penglihatan dan penyaksian nabi terhadap sebagian tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, menjadikan segala rongrongan dan rintangan perjuangannya tampak kecil dimata Nabi, untuk menghalangi terangkat dan tersyiarnya kalimah Allah yang maha agung lagi maha perkasa, sekaligus pula menjadikan Nabi berbesar hati dan bertambah keyakinan akan keberhasilan missi da’wahnya dan risalahnya akan merata diseluruh permukaan bumi.
Isro dan Mi’raj dapat dipandang sebagai penghibur hati Nabi sebagai pengobatan untuk menyembuhkan penderitaan masa lalu dan sebagai penyebaran benih keberhasilan dimasa mendatang.
Didalam Mi’raj Nabi dibekali sholat lima waktu, yang berarti menjadi mi’raj yang dapat mengangkat martabat manusia lebih tinggi, lantaran sholat itu merupakan senjata yang sangat ampuh untuk melumpuhkan musuh yang paling tangguh yaitu hawa nafsu.
Rupanya perkataan dari saya cukup sekian dan mudah-mudahan ada manfa’atnya,mohon ma’af atas segala kekurangan, yang benar dari apa yang saya ucapkan itu adalah semata-mata karunia Allah, dan apabila ada yang salah dari perkataan saya itu merupakan dari kebodohan dan kealfaan saya pribadi, ditutup dengan do’a : رَبَّنَا اتِنَافِىالدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِىالأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
هدناالله وايّاكم اجمعين والسّلام عليكم ورحمةالله تعالى وبركاته
Muhammad zhaky
27 okt 2009
ConversionConversion EmoticonEmoticon