| https://en.wikipedia.org/wiki/Hajj#/media/File:Beyt-i_Haram.jpg |
Haji merupakan Kewajiban dari Alloh
berdasarkan
perintah-Nya yang tertera dalam surat Ali Imron ayat 97 :
ولله
على الناس حج البيت من استطاع اليه سبيلا
Kewajiban Ibadah haji merupakan kewajiban satu
kali dalam seumur hidup
Ibadah yang mengandung beberapa keutamaan
Nilai keutamaan dalam melaksanakan ibadah haji
ialah :
- Kita dapat melaksanakan ibadah ditempat mulia
(tanah Haromaen)
- Berdo’a di Maqom (tempat) Ijabah
- Menjadi kifarat dosa.
- mendapat jaminan syurga
sebagai mana yang Rosululloh
sabdakan :
الحج
المبرور ليس له جزأ الا الجنه
Artinya
: Haji yang mabrur tidak adalagi balasan baginya kecuali Syurga.
- Bisa berjiarah ke Maqom Rosululloh dan para
Shohabat
- Ibadah yang mengandung beberapa Hikmah
Hikmah
pada waktu melaksanakan Ibadah Haji diantaranya ialah :
a.
Berkumpul untuk satu tujuan yaitu menyembah Alloh
Swt.
b.
Merenungi gambaran kehidupan di akherat. Seperti :
1. Kejadian alam
Mahsyar ini bisa kita rasakan dari berdesakan ummat ketika Towwaf, sa’I dan melempar Jumroh
2.
Tidak ada perbedaan Status sosial seperti pada waktu memakai pakaian Ikhrom
3. Penting nya
amal Soleh ini dirasakan lewat mudah dan tidaknya dalam melaksanakan Haji
Akhlak
kita ketika melaksanakan ibadah haji diantaranya :
- Memenuhi panggilan Alloh.
- Merupakan nasib dan Nishob dari Alloh
Sehingga menghasilkan sikap :
- Rendah diri
- Rasa ingin selalu berbuat amal Soleh
- Membangun solidaritas
- Membentuk muslim yang sempurna
Mudah-mudahan Alloh memberikan kesadaran
kepada kita untuk berusaha bisa menunaikan ibadah haji serta mendapat panggilan-Nya
dan semoga Alloh selalu membimbing mental dan jiwa kita untuk bisa berjalan
pada agama yang diridloi.
IBADAH
HAJI
Haji merupakan salah satu dari rukun Islam
yang lima, serta harus dilaksanakan oleh setiap Muslim yang sudah memenuhi
syarat wajib melaksanakan haji. Ibadah haji ini bukan merupakan syareat yang
baru, tapi syareat para Nabi terdahulu sehingga seluruh para Nabi pernah
melaksanakannya kecuali Nabi Hud dan Nabi Soleh.
Ibadah
haji ini merupakan sebagian pokok didirikannya agama Islam yang lima, sebagai
mana Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim:
بني
الاسلام على خمس : شهادة ان لااله
الاالله وان محمدا رسو ل الله واقام الصلاه
وايتاء الزكاة وحج البيت والصوم رمضان.
Artinya
: Didirikannya Islam itu diatas lima pokok yaitu mengucapkan Syahadat,
bahwasanya tidak ada tuhan selain Alloh dan Nabi Muhammad itu utusan Alloh,
mengerjakan sholat, mengeluarkan zakat, melaksanakan haji dan puasa bulan
Romadhon.
Begitu penting kedudukan ibadah
haji bagi seorang Muslim yang sudah mampu karena tidaklah dikatakan Muslim yang
sempurna bila belum melaksanakan ibadah haji. Apalagi bagi mereka yang telah
cukup syarat wajib melaksanakan Haji.
HUKUM
MELAKSANAKAN IBADAH HAJI
Hukum
melaksanakan ibadah haji ialah wajib ‘aen (kewajiban terhadap seseorang serta
tidak bebas dosa dengan adanya yang mengerjakan) kepada setiap Muslim yang
telah memenuhi syarat wajib melaksanakan ibadah haji berdasarkan perintah Alloh
yang tertera dalam surat Ali Imron ayat 97 :
ولله
على الناس حج البيت من استطاع اليه سبيلا
Kewajiban
Ibadah haji merupakan kewajiban satu kali dalam seumur hidup sehingga bila
telah mengerjakan ibadah haji kemudian murtad, lalu kembali lagi kepada agama
Islam maka tidak wajib baginya mengulangi haji. Adapun bila melaksanakannya
lebih dari satu kali maka hukumnya sunat. Hal ini disabdakan oleh Rosululloh
dalam sebuah Haditsnya :
ياايها
الناس قد فرض عليكم الحج فحجوا : فقال رجل أكل عام يا رسول الله ؟ فسكت صلىالله
عليه وسلم حتى قالها ثلاثا فقال عليه الصلاة والسلام: لو قلت نعم لوجبت ولما
استطعت.
Artinya
: Wahai manusia telah diwajibkan haji
kepada kalian semua maka pergi hajilah ! seorang lelaki bertanya :
apakah setiap tahun ya Rosululloh ? Rosul tidak menjawab sampai lelaki tadi
berkata tiga kali. Kemudian rosul berkata: Jika aku berkata ya, pastilah haji
itu wajib tiap tahun dan kalian tidak akan mampu untuk melaksanakannya.
Menunaikan
ibadah haji ini hukumnya wajib bagi seseorang yang sudah mampu. adapun
pengertian mampu itu ada beberapa hal :
“ Mampu biaya ongkos berangkat ketanah suci dan
membiayai orang yang wajib kita nafkahi (keluarga dan yang kita tinggalkan)
serta ada kendaraan yang bisa kita gunakan serta aman dalam perjalanan. Dan
syarat ada kendaraan ini bila jarak dari tempat kita ketempat haji jauh sama
dengan ukuran kita boleh mengqoshor sholat ”
NILAI
KEUTAMAAN IBADAH HAJI
Nilai keutamaan dalam melaksanakan ibadah haji
ialah :
- Kita dapat melaksanakan ibadah ditempat mulia
(tanah Haromaen) dan berdo’a di Maqom Ijabah karena bila kita melaksanakan
sholat di Masjidil Harom dua rokaat maka pahalanya sama dengan 1000 rokaat
diluar Masjidil Harom.
- Menjadi kifarat dosa.
- Bagi yang hajinya Mabrur mendapat jaminan
Alloh dengan balasan syurga sebagai mana yang Rosululloh sabdakan :
الحج
المبرور ليس له جزأ الا الجنه
Artinya
: Haji yang mabrur tidak adalagi balasan baginya kecuali Syurga.
- Bisa berjiarah ke Maqom Rosululloh dan para
Shohabat.
Dan selain itu kita dapat merasakan bahwa
ibadah haji merupakan gambaran kehidupan akherat serta kita dapat mengambil
beberapa hikmah pada waktu melaksanakannya. Diantaranya ialah :
a.
Berkumpulnya umat Islam dari seluruh penjuru dunia
untuk beribadah dan menyembah Alloh Swt. Dan ikhlas demi agama yang teguh
sehingga terlihatlah dari perkumpulan yang begitu banyak bahwa didalam dada
umat Islam ada persatuan yang kuat yang mencerminkan bahwa dengan persatuanlah
umat Islam menjadu kuat. Dan dengan persatuan itulah kunci dari sebuah
keberhasilan dan kebahagiaan serta keselamatan dunia dan akherat sehingga kita
akan merasakan dorongan untuk saling membantu satu dengan yang lainnya, saling
menolong dalam berbuat kebaikan dan taqwa sehingga mereka semua beramal untuk
menolong saudaranya yang lain seperti yang kita ketahui lewat adanya bayar Dam
dan Qurban.
b.
Kita akan merasakan betapa pentingnya amal sholeh,
karena dalam pelaksanaan ibadah haji berkumpulah umat Islam dari seluruh
penjuru dunia hanya untuk menyembah Alloh yang sudah pasti berbeda warna kulit,
bahasa dan negara. Kita akan merasakan betapa ricuh dan sulitnya kita ketika
melaksanakan Thowaf, Sa’I dan melempar Jumroh. Kita akan berdesakan hanya untuk
melaksakan perintah Alloh padahal baru beberapa juta saja umat Islam yang
berkumpul apalagi bila yang berkumpul seluruh umat dari manusia paling awal
(Nabi Adam AS) sampai manusia paling akhir. Yang kesemuanya itu akan kita
rasakan nanti di Alam Makhsyar dan pada saat itu yang paling menentukan nasib
kita ialah amal sholeh yang pernah kita kerjakan.
c.
Kita akan merasakan bahwa dalam pandangan Alloh
tidak ada perbedaan status social baik pejabat ataupun rakyat jelata, orang
kaya atau orang biasa, orang kota atau orang desa dalam menghadapi Alloh
semuanya sama mengenankan dua lembar pakaian Ihrom. Dari praktek ini kita akan
merasakan bahwa di akheratpun Demikian, ketika kita dilahirkan ke dunia kita
disambut oleh kegembiraan orang banyak dan ketika meninggal kita diantar oleh
orang banyak dan akhirnya ketika kita di akherat tidak ada yang menyenangkan
kita kecuali amal ibadah yang kita kerjakan ketika di dunia.
Dari
sebagian gambaan ini, kita bisa mengambil hikmah sehingga menghasilkan adanya
rasa ingin selalu berbuat kebaikan sebagai perbekalan kita untuk menghadapi
kehidupan di akherat. Ini berarti ibadah haji mengandung nilai penting yang
harus kita pelajari.
HIMBAUAN
PESANTREN MIFTAHUL HUDA ATAS KEWAJIBAN IBADAH HAJI
Ibadah
Haji merupakan salahsatu jalan untuk manusia tafakkur sebagai gambaran kejadian
di akherat yang tidak membedakan status sosial. Bagi orang yang telah memenuhi
syarat wajib melasanakan haji baginya tidak ada pilihan lain kecuali berangkat
ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Dan untuk melaksanakan ibadah
haji ini memerlukan sikap dan mental yang kuat. Karena ibadah haji merupakan
ibadah akbar yang dilaksanakan satu tahun sekali. Dan untuk menyikapi hal ini
perlu diyakinkan bahwa :
- Ibadah haji merupakan ibadah memenuhi
panggilan Alloh. Karena bila tidak, kita akan enggan melaksanakannya
karena rasa sayang kita terhadap harta yang dikeluarkan terlalu banyak.
Atau kita akan takut untuk melaksakannya karena banyaknya orang yang
mengerjakan yang sudah pasri berbaeda bahasa, warna kulit dan negara.
d.
Dan perlu di yakini pula bahwa ibadah Haji ini
merupakan nasib dari Alloh dan nishob serta tidak terhalang oleh ongkos yang
mahal karena banyak orang yang hartanya berlimpahruah serta telah memenuhi
syarat wajib melaksanakan haji bila belum nasib ia belum berangkat ke tanah
suci dan sebaliknya tidak sedikit orang yang hartanya pas-pasan atau bahkan
tidak punya tapi kalau sudah mendapat panggilan dari Alloh ia akan berangkat
dan untuk biaya entah ada yang memberi atau menanggung jawab. Dan bagi mereka
yang belum mencukupi syarat wajib melkaksanakan ibadah haji baik karena tidak
mampu atau yang lainnya, ada ibadah pengganti yang pahalanya sebanding dengan
melaksanakan ibadah haji, yaitu ibadah sholat Jum’at, sehingga Rosul menyatakan
: “Jum’at itu adalah hajinya orang fakir”.
Mudah-mudahan Alloh memberikan kesadaran kepada kita
untuk berusaha bisa menunaikan ibadah haji serta mendapat panggilan-Nya dan
semoga Alloh selalu membimbing mental dan jiwa kita untuk bisa berjalan pada
agama yang diridloi.
Miftahul
Huda, 10 Nopember 2001 M.
KH. Abdul Aziz Affandy
share ya sobat
ConversionConversion EmoticonEmoticon