BIOGRAFI NABI AKHIR ZAMAN

http://aleexmac.blogspot.co.id/2014/11/biografi-nabi-muhammad-saw-nabi-akhir.html

A

lloh telah menurunkan Nabi sebanyak 12.400 orang, yang menjadi Rosul sebanyak 314 orang dan yang harus wajib hafal nama-nama Nabi dan Rosul sebanyak 25 orang. Rosul terakhir yang diturunkan oleh Alloh sebagai penutup para Nabi, bernama Nabi Muhammad SAW, berasal dari bangsa Arab, tepatnya dari suku Quraisy, buah pasangan Sayyid Abdulloh sebagai bapaknya dan Siti Aminah sebagai ibunya. Beliau dilahirkan di Mekkah, malam Senin tanggal 12 Robi’ul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan tanggal 20 April tahun 571 M.

A. KEJADIAN KETIKA NABI DILAHIRKAN


Ketika Nabi akan dilahirkan, ada beberapa kejadian aneh yang tidak pernah terjadi pada bayi lain yang akan dilahirkan. Siti Aminah sebagai ibu Nabi mengatakan “kejadian itu diantaranya :
Ø  Ibu Nabi (Siti Aminah) melihat ada cahaya yang sangat memamcar diseluruh ruangan rumahnya.
Ø  Ketika dilahirkan, Nabi Muhammad dalam keadaan bersih tidak dibarengi kotoran-kotoran lain, matanya seperti memakai sipat, dari badannya semerbak harum wewangian, serta sudah di khitan.
Ø  Seluruh tempat peribadahan orang-orang Quraisy (berhala) seluruhnya hancur.

B. MASA KECIL NABI MUHAMMAD

Ketika Nabi usia 5 bulan, Nabi Muhammad sudah mampu berjalan (bepergian) dan dalam usia 9 bulan, Nabi Muhammad SAW sudah pandai berbicara, usia 10 bulan sudah pandai memanah, sehingga mengalahkan anak-anak kecil yang lain, walaupun demikian Nabi Muhammad SAW tidak sombong, disini sifat keNabian sudah terlihat dari masa kecil dengan akhlak yang sangat mulia, sayang sama yang lain, pemberani, pintar dan sabar dalam menghadapi segala cobaan. Pada usia Nabi 4 tahun, ada kejadian ajaib yang menimpa Nabi, karena pada saat itu dada Nabi dibelah oleh Malaikat Jibril dan Mikail dengan maksud untuk memasukkan ilmu hikmah kepada diri Rosul, setelah selesai dibelah, dada Nabi dirapatkan kembali tanpa ada rasa sakit pada diri Nabi, serta dada Nabi dicap dengan cap keNabian (KhotaminNabiyyin), kejadian ini terjadi didaerah Halimatussa’diyyah yang menyusui Nabi pada waktu kecil.
Pada saat Nabi dilahirkan, bapaknya yang bernama Abdulloh sudah meninggal dunia, waktu itu Nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ibunya dalam usia kandungan 2 bulan, jadi ketika nabi lahir, Nabi sudah menjadi anak yatim.
Menginjak usia 6 tahun, Nabi ditinggal oleh ibunya, kejadian itu terjadi ketika Nabi dan ibunya akan ziarah ke maqom bapaknya, ibu Nabi dimakamkan di daerah Abwa. Selanjutnya yang mengurus Nabi adalah kakeknya bernama Abdul Mutholib, tetapi taqdir menimpa diri Nabi, kakeknya yang begitu sayang pada Nabi, meninggal dunia dengan usia Nabi 8 tahun, yang merawat Nabi selanjutnya adalah pamannya bernama Abu Tholib, dia adalah saudara dari bapak Nabi, keadaan Abu Tholib sebelum merawat Nabi serba kekurangan, tetapi setelah merawat Nabi, keadaannya serba kecukupan. Pada masa kecil ini Nabi Muhammad selalu bekerja mengembala kambing miliknya tokoh-tokoh kaya orang Quraisy, gajih dari menggembala ini dipakai oleh Nabi untuk mempertahankan hidupnya. Menginjak usia 9 tahun Nabi berangkat ke Syam bersama pamannya untuk berdagang. Sesampainya di Busyro, Nabi dan pamannya bertemu dengan seorang pendeta Buhaira, pendeta itu mengatakan kepada paman Nabi agar membawa kembali lagi Nabi ke Makkah, sebab Nabi Muhammad, merupakan calon Nabi terakhir yang sekarang sedang dicari oleh tokoh-tokoh Arab, dan sangat berbahaya pada diri Nabi, takut-takut mereka mencelakakan bahkan membunuh Nabi. Ini semua tertera dalam kitabnya ahli kitab.



E. MASA MUDA DAN PERNIKAHAN

Pada usia 25 tahun Nabi Muhmmad berangkat lagi ke Syam bersama Maesaroh (laki-laki) untuk melakukan perdagangan milik seorang janda kaya raya bernama Siti Khodijah. Siti Khodijah memilih Nabi untuk mendagangkan barangnya karena mendengar dan melihat kebenaran sidiq, amanah, dan akhlak mulianya pada diri Nabi, dari perdagangan itu Nabi Muhammad mendapatkan laba yang sangat besar, setelah 2 bulan pulang dari Syam, Nabi menikah dengan Siti Khodijah, pada saat itu usia Nabi 25 tahun, sedang Siti Khodijah 40 tahun dengan mas kawin 40 ekor unta. Sebelum menikah dengan Nabi, Siti Khodijah pernah menikah dengan Abu Halah dan dikaruniai seorang anak bernama Hindun. Dari hasil perkawinan dengan Siti khodijah, Nabi dikarunia 4 orang putri dan 2 orang putra :
1.      Siti Zenab
2.      Siti Ruqoyah
3.      Ummi Kultsum
4.      Siti Fatimah
5.      Sayyidina Abdulloh
6.      Sayyidina Qoshim
Putra Nabi yang laki-laki, kedua-duanya meninggal dunia pada saat masih kecil.

D. IBADAH NABI MUHAMMAD SEBELUM MENJADI ROSUL DAN PENGANGKATANNYA

Sebelum Nabi jadi Rosul, Nabi sering menjauhi dari keramaian manusia (usia mendekati 40 tahun) dan selalu melakukan ritual peribadahan, peribadahan yang dilakukan oleh Rosul, mengikuti ibadahnya Nabi Ibrohim as. Tempat yang dipilih Nabi untuk beribadah adalah Gua Hiro yang terletak di gunung dekat jalan Mekkah, itu semua dilakukan kurang lebih selama 40 hari, disaat Nabi melakukan ibadah tersaebut, Nabi selalu dibekali makanan ataupun keperluan oleh Siti Khodijah.
Tepat pada usia 40 tahun, Nabi Muhammad diangkat menjadi Rosul dengan ciri turunya wahyu dari Alloh SWT, surat Al-Alaq ayat 1-5. dengan impian yang benar. Wahyu itu dibawa oleh Malaikat Jibril. Kehidupan orang-orang Arab sebelum Nabi Muhammad menjadi Rosul berada dalam kejahiliyahan, menyembah berhala, membunuh anak-anak perempuan yang baru lahir, mereka beranggapan dengan lahirnya anak perempuan merupakan aib bagi keluarganya.

E. DA’WAH DAN HIJRAH RASUL

Dalam rangka menyebarkan syariat Islam, Nabi melakukan da’wah sir (sembunyi-sembunyi) dan melakukan da’wah secara dzohir (terang-terangan). Dari hasil da’wah ini ada beberapa orang yang masuk Islam, dari golongan perempuan Siti khodijah, dari golongan orang tua bernama Abu Bakar, dari anak anak bernama Sayyidina Ali, dari abid bernama Bilal bin Rabbah.
Setelah melakukan da’wah yang dulunya Orang Quraisy mencinytai Nabi sekarang membenci Nabi, karena dianggap da’wah Nabi itu telah mengganggu tatanan peribadahan mereka, bahkan mereka sepakat akan membunuh Nabi. Semua kebencian yang dilakukan oleh orang Quraisy diterima oleh Rosul dengan penuh kesabaran, hilim dan penuh ampunan. Untuk menghindari hal itu maka Rosul dan sahabatnya berhijrah ke Habsyi.

F. TAHUN SEDIH NABI MUHAMMAD SAW

Setelah pulang hijrah dari Habsyi, Nabi menerima berita bahwa Siti Khodijah meninggal dunia, tepatnya pada tahun ke sepeluh dari keNabian. Selang satu bulan dari wafat istrinya, pamannya Abu Tholib meninggal dunia, maka tahun itu dinamakan tahun Ammul Huzni (tahun kesedihan), disaat Nabi dalam keadaan sedih, Alloh memanggil Nabi melakukan Isro dan Mi’raj, ini terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 10 keNabian, hasil dari Isro Mi’raj ini Nabi diperintahkan sholat 5 waktu.

G. NABI MUHAMMAD HIJRAH KE MADINAH

Disaat orang Quraisy mengetahui bahwa Islam menyebar dikalangan orang Arab, mereka lebih meningkatkan perbuatan-perbuatan kejinya terhadap Nabi dan para sahabat. Akhirnya rosul memerintahkan sahabatnya untuk hijrah ke Madinah. Shahabat Nabi yang hijrahnya namaya Muhajirin, sahabat Nabi yang ada di Madinah namanya orang-orang Anshor.
Sebelum Nabi Hijrah, Nabi memerintahkan dulu kepada Sayyida Ali untuk tidur ditempat Nabi, dan Nabi bermalam di Gua Tsur selama 3 hari 3 malam, waktu Nabi dan Abu Bakar ada di dalam Gua, beliau berdua diberi makan oleh putra Abu Bakar bernama Abdullah dan Asma, selama Nabi melakukan perjalanan ke Madinah, Nabi pernah singgah ditempat yang namanya Quba, tepatnya pada Hari Senin tanggal 2 Robiul Awal, bertepatan dengan 30 September 622 M, Nabi beserta sahabatnya diam di Quba selama kurang lebih 22 hari, ketika berada di Quba, Nabi membangun Mesjid pertama dalam Islam yang sekarang dikenal dengan mesjid Quba, selesai membangun Mesjid, Nabi berangkat lagi menuju Madinah, pada waktu diperjalanan Nabi diperintahkan untuk melakukan sholat Jum’at, disinilah awal permulaan sholat Jum’at dan khutbahnya. Sesampinya di Madinah, Nabi disambut oleh para Sahabatnya dengan penuh kegembiraan.
Hijrah Nabi ke kota madinah dibagi menjadi 3 gelombang :
1.      Gelombang pertama para Sahabat (Muhajirin)
2.      Gelombang kedua Hijrahnya Nabi dan Abu Bakar
3.      Gelombang ke tiga hijrahnya keluarga Nabi dan para Mustad’afin (orang lemah)
Nabi berada diMadinah kurang lebih 10 tahun dan di Mekkah selama 13 tahun.

H. MU’JIZAT NABI MUHAMMAD SAW

v  Al-Qur’an
v  Pohon yang kering disiram bekas air wudhu Nabi, pohon tersebut mendadak tumbuh dan berbuah banyak
v  Domba betina yang kurus, air susunya tidak ada setelah disentuh dengan tangan Nabi, domba tersebut menjadi sehat serta keluar banyak air susunya.
v  Keluar air dari jari-jari Nabi.
v  Membaca salamnya pohon pada Nabi
v  Awan selalu meneduhi Nabi (pada waktu perjalan ke Syam ke dua)
v  Memanggil pohon untuk mendekat, pohon itupun mendekati Nabi, lalu pohon tersebut membaca salam, setelah itu pohon tersebut kembali kepada tempat semula
v  Dan lain sebagainya.

I. ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD SAW

Jumlah istri Nabi ada 11 orang :
6 orang dari orang Quraisy :
1.      Khodijah binti Khuwailid
2.      Aisyah binti Abu Abakar Shidiq
3.      Hafsoh binti Umar
4.      Ummu Habibah binti Abi Sufyan
5.      Hindun binti Abi Umayah (Ummu Salamah)
6.      Saudah binti Jam’ah
4 orang dari orang Arab :
1.      Zenab binti Jahsyi
2.      Maemunah binti harits
3.      Zenab binti Khuzaimah
4.      Juariyah binti Harits
1 orang dari Bani Israil, bernama Sofiyah binti Huyay

J. PUTRA, CUCU DAN MENANTU NABI MUHAMMAD SAW

1.      Zenab menikah dengan Abu As
2.      Siti Ruqoyah menikah dengan Utsman bin Affan
3.      Ummi Kultsum menikah dengan Utsman bin Affan
4.      Fatimah menikah dengan sayyidina Ali
5.      Sayyid Qoshim (meninggal pada waktu kecil)
6.      Abdulloh (meninggal waktu kecil)
7.      Ibrohim (meninggal waktu kecil/putra dari Mariah/amat)

K. CUCU NABI MUHAMMAD SAW

Cucu Nabi Muhammad ada 8 :
1.      Siti Umamah dari Siti Zenab
2.      Ali dari Siti Zenab
3.      Abdulloh dari Siti Ruqoyah
4.      Sayyidina Hasan dari Siti Fatimah
5.      Sayyidina Husain dari Fatimah
6.      Sayyidina Muhsin dari Fatimah
7.      Ummi Kultsum dari Fatimah
8.      Zenab dari siti Fatimah

L. PERANG YANG PERNAH TERJADI PADA MASA
NABI MUHAMMAD SAW

Penyebaran Islam tidak lepas dari angkat senjata. Nabi Muhammad SAW pernah melakukan peperangan, adapun perang yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW dinataranya :
ñ  Perang Quinuqoq, terjadi tahun ke 2 dari Hijrah
ñ  Perang Badar Kubro, terjadi tahun ke 2 dari Hijrah
ñ  Perang Gotofan
ñ  Perang Uhud
ñ  Perang Khondaq, terjadi tahun ke 5 dari Hijrah
ñ  Perang Bani Quraidhoh
ñ  Perang Bani Lahyan
ñ  Perang Hudaibiyah
ñ  Perang Wadil Qubro
ñ  Perang Mut’ah, terjadi tahun ke 10 dari Hijrah
ñ  Perang Hunain/Perang Thoif, terjadi tahun ke 10 dari Hijrah
ñ  Perang Tabuk

M. SAKIT NABI MUHAMMAD SAW

Permulaan sakit Nabi terjadi pada akhir safar, terjadi tahun ke 11 dari Hijrah, lamanya sakit kurang lebih 13 hari, ketika Nabi sakit, Nabi pindah-pindah tempat, dari rumah istri yang satu ke rumah yang lain, tetapi setelah Nabi merasa payah sakitnya, Nabi minta idzin kepada seluruh istrinya, bahwa beliau ingin berada dirumah Siti Aisyah. Disaat Nabi sakit, Nabi memerintahkan kepada Abu Bakar untuk menjadi imam dalam sholat subuh. Setelah para sahabat tahu bahwa sakit Nabi itu payah, mereka berkumpul didekat rumah Nabi, karena cintanya Nabi kepada sahabat, Nabi keluar dari rumah untuk menemui para sahabatnya, sambil kepalanya diikat dengan kain dan keluarnya digandeng oleh Sayyidina Ali, karena kaki rosul sakitnya sangat payah sekali, sedang Abu Abas ada didepan Nabi, Nabi duduk dibawah mimbar, lalu Nabi memuji dan berdo’a kepada Alloh SAW.

N. WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad SAW meninggal dunia pada tanggal 13 robiul Awal tahun ke 11 dari Hijrah, dalam usia 63 tahun, beliau dimakamkan pada hari Rabu di rumah Siti Aisyah (Madinah) ketika Nabi meninggal dunia, Nabi tidak meninggalkan kekayaan yang melimpah ruah, tetapi Nabi meninggalkan al-Qur’an dan as-Sunnah, barang siapa yang berpegang kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, maka mereka akan bahagia dunia dan akherat.







Itulah biografi nabi akhir zaman
Mohon ma’af atas kekurangannya
Terima kasih atas keritik dan sarannya



Editor : Muhammad Wahyudin Sanhafy

share ya
Previous
Next Post »